Rabu, 14 April 2010

Satelit Komunikasi

Arthur C. Clarke, seorang penulis sains fiksi, pada tahun 1945 menulis artikel yang dimuat majalah wireless word yang merupakan cikal bakal konsep dari komunikasi satelit. Secara singkat tulisannya dapat dikutip sebagai berikut :

All these problems can be solve by the use of a chain of space-station with an orbital period of 24 hours. Which would require them to be at distance of 24.000 km from centre of earth.

Sejak tulisan dari Arthur tersebut, maka para ilmuwan berlomba untuk menemukan rekaan Arthur tersebut. Salah satunya adalah Kepler yang mempublikasikan konsepnya sebagai KEPLER'S LAW dengan pernyataannya sebagai berikut :

1. Bidang orbit dari semua orbit itu memotong pusat bumi.
2. Bumi adalah titik pusat dari semua orbit.


SEJARAH SATELIT
Satelit buatan manusia pertama adalah Sputnik 1, diluncurkan oleh Soviet pada tanggal 4 Oktober 1957, dan memulai Program Sputnik Rusia, dengan Sergei Korolev sebagai kepala disain dan Kerim Kerimov sebagai asistentnya. Peluncuran ini memicu lomba ruang angkasa (space race) antara Soviet dan Amerika.

Sputnik 1 membantuk mengidentifikasi kepadatan lapisan atas atmosfer dengan jalan mengukur perubahan orbitnya dan memberikan data dari distribusi signal radio pada lapisan ionosphere. Karena badan satelit ini diisi dengan nitrogen bertekanan tinggi, Sputnik 1 juga memberi kesempatan pertama dalam pendeteksian meteorit, karena hilangnya tekanan dalam disebabkan oleh penetrasi meteroid bisa dilihat melalui data suhu yang dikirimkannya ke bumi.

Sputnik 2 diluncurkan pada tanggal 3 November 1957 dan membawa awak mahluk hidup pertama ke dalam orbit, seekor anjing bernama Laika.

Pada bulan Mei, 1946, Project Rand mengeluarkan desain preliminari untuk experimen wahana angkasa untuk mengedari dunia, yang menyatakan bahwa, "sebuah kendaraan satelit yang berisi instrumentasi yang tepat bisa diharapkan menjadi alat ilmu yang canggih untuk abad ke duapuluh". Amerika sudah memikirkan untuk meluncurkan satelit pengorbit sejak 1946 dibawah Kantor Aeronotis angkatan Laut Amerika (Bureau of Aeronautics of the United States Navy). Project RAND milik Angkatan Udara Amerika akhirnya mengeluarkan laporan diatas, tetapi tidak mengutarakan bahwa satelit memiliki potensi sebagai senjata militer; tetapi, mereka menganggapnya sebagai alat ilmu, politik, dan propaganda. Pada tahun 1954, Sekertari Pertahanan Amerika menyatakan, "Saya tidak mengetahui adanya satupun program satelit Amerika."

Pada tanggal 29 Juli 1955, Gedung Putih mencanangkan bahwa Amerika Serikat akan mau meluncurkan satelit pada musim semi 1958. Hal ini kemudian diketahui sebagai Project Vanguard. Pada tanggal 31 July, Soviets mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan satelit pada musim gugur 1957.

Mengikuti tekanan dari American Rocket Society (Masyarakat Roket America), the National Science Foundation (Yayasan Sains national), and the International Geophysical Year, interest angkatan bersenjata meningkat dan pada awal 1955 Angkatan Udara Amerika dan Angkatan Laut mengerjai Project Orbiter, yang menggunakan wahana Jupiter C untuk meluncurkan satelit. Proyek ini berlangsung sukses, dan Explorer 1 menjadi satelit Amerika pertama pada tanggal 31 januari 1958.

Pada bulan Juni 1961, tiga setengah tahun setelah meluncurnya Sputnik 1, Angkatan Udara Amerika menggunakan berbagai fasilitas dari Jaringan Mata Angkasa Amerika (the United States Space Surveillance Network) untuk mengkatalogkan sejumlah 115 satelit yang mengorbit bumi.

Satelit buatan manusia terbesar pada saat ini yang mengorbit bumi adalah Station Angkasa Interasional (International Space Station).

TRANSPONDER SATELIT
Fungsi dari transponder satelit adalah mengubah frekuensi dan memancar ulang sinyal. Setiap satelit komunikasi minimal memiliki 1 buah transponder, namun demikian sebagian besar satelit modern memiliki lebih banyak transponder (lebih dari 24 transponder).

Transponder dapat diartikan sebagai komponen aktif dalam komunikasi satelit karena memiliki fungsi bervariasi yang diperlukan dalam jalur komunikasi. Transponder menerima, menguatkan, mengubah dan memancarkan kembali setiap sinyal dalam bandwith yang telah ditentukan. Beberapa transponder menangani sebuah bandwitdh frekuensi antara 36 - 50 MHZ. Penggunaan dari bandwidth yang diberikan ditentukan oleh peralatan stasiun Bumi. sebagai contoh, Sebuah sistem Personal Earth Station yang beroperasi pada Ku-Band berada pada frekuensi 12 s/d 14 GHz.

ORBIT SATELIT
Diangkasa raya sekitar Bumi terdapat beratus-ratus satelit yang bisa dibedakan berdasarkan orbitnya. Orbit satelit adalah lintasan yang dilalui benda langit mengelilingi benda lain yang lebih besar gravitasinya. Orbit satelit berdasarkan ketinggiannya dibedakan menjadi :
1. Orbit rendah (Low Earth Orbit), memiliki ketinggian kurang dari 2000Km.
2. Orbit Menengah (Medium Earth Orbit), terkadang disebut juga intermediate circular orbit (ICO) yang memiliki ketinggian sekitar 9000Km.
3. Orbit Tinggi (High earth Orbit), memiliki ketinggian sekitar 18000Km.
4. Orbit Geosinkron (Geo Synchronous Orbit, GSO), sekitar 36000 km di atas permukaan Bumi.
5. Orbit Geostasioner (Geostationary Earth Orbit, GEO): 35790 km di atas permukaan Bumi.

Orbit berikut adalah orbit khusus yang juga digunakan untuk mengkategorikan satelit:
* Orbit Molniya, orbit satelit dengan perioda orbit 12 jam dan inklinasi sekitar 63°.
* Orbit Sunsynchronous, orbit satelit dengan inklinasi dan tinggi tertentu yang selalu melintas ekuator pada jam lokal yang sama.
* Orbit Polar, orbit satelit yang melintasi kutub

JENIS SATELIT
* Satelit astronomi adalah satelit yang digunakan untuk mengamati planet, galaksi, dan objek angkasa lainnya yang jauh.
* Satelit komunikasi adalah satelit buatan yang dipasang di angkasa dengan tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro. Kebanyakan satelit komunikasi menggunakan orbit geosinkron atau orbit geostasioner, meskipun beberapa tipe terbaru menggunakan satelit pengorbit Bumi rendah.
* Satelit pengamat Bumi adalah satelit yang dirancang khusus untuk mengamati Bumi dari orbit, seperti satelit reconnaissance tetapi ditujukan untuk penggunaan non-militer seperti pengamatan lingkungan, meteorologi, pembuatan peta, dll.
* Satelit navigasi adalah satelit yang menggunakan sinyal radio yang disalurkan ke penerima di permukaan tanah untuk menentukan lokasi sebuah titik dipermukaan bumi. Salah satu satelit navigasi yang sangat populer adalah GPS milik Amerika Serikat selain itu ada juga Glonass milik Rusia. Bila pandangan antara satelit dan penerima di tanah tidak ada gangguan, maka dengan sebuah alat penerima sinyal satelit (penerima GPS), bisa diperoleh data posisi di suatu tempat dengan ketelitian beberapa meter dalam waktu nyata.
* Satelit mata-mata adalah satelit pengamat Bumi atau satelit komunikasi yang digunakan untuk tujuan militer atau mata-mata.
* Satelit tenaga surya adalah satelit yang diusulkan dibuat di orbit Bumi tinggi yang menggunakan transmisi tenaga gelombang mikro untuk menyorotkan tenaga surya kepada antena sangat besar di Bumi yang dpaat digunakan untuk menggantikan sumber tenaga konvensional.
* Stasiun angkasa adalah struktur buatan manusia yang dirancang sebagai tempat tinggal manusia di luar angkasa. Stasiun luar angkasa dibedakan dengan pesawat angkasa lainnya oleh ketiadaan propulsi pesawat angkasa utama atau fasilitas pendaratan; Dan kendaraan lain digunakan sebagai transportasi dari dan ke stasiun. Stasiun angkasa dirancang untuk hidup jangka-menengah di orbit, untuk periode mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan.
* Satelit cuaca adalah satelit yang diguanakan untuk mengamati cuaca dan iklim Bumi.
* Satelit miniatur adalah satelit yang ringan dan kecil. Klasifikasi baru dibuat untuk mengkategorikan satelit-satelit ini: satelit mini (500–200 kg), satelit mikro (di bawah 200 kg), satelit nano (di bawah 10 kg).

Sumber : dari beberapa catetan primbon gue ditambah dari sini

1 komentar:

  1. Saya tertarik dengan artikel yang ada di website anda. Saya juga mempunyai E-book mengenai Komunikasi di E-book Komunikasi

    BalasHapus

Newsletter