Jumat, 20 Maret 2009

Virus lokal yang menyulap Windows Vista anda serentan Windows XP

Kemarin Gue di minta ama temen gue buat bersihin virus di komputernya. Sebenernya sih rada males waktu tau dia pengguna Windows. Soalnya capek kalo bersihin virus di platform itu. banyak banget. apalagi kalo usernya termasuk kategori males buat update antivirus. hehehhe.... tapi lumayan buat nambah pengetahuan tentang virus baru...Setelah sampai, pas gue cek. ternyata sepertinya ini virus baru dan gue belom pernah liat. soalnya OSnya kali ini jadi lemah banget. Padahal setau gue, Vista itu lebih baik daripada XP untuk securitynya. dan kenyataannya ini parah banget.setelah googling. gue dapet artikel dari Vaksin.com. ternyatam ini adalah Virus lokal. Salut gue buat Virus maker kita. kemampuannya bisa menyaingi programmer luar...

Berikut Beritanya... Gue copy langsung dari Vaksin.com


Siapa bilang Windows Vista aman dari virus. Pada saat peluncurannya boleh-boleh Windows Vista di klaim aman dari virus. Tetapi waktu membuktikan bahwa buatan manusia tidak ada yang sempurna dan hanya tinggal tunggu waktu saja sampai satu OS berhasil di eksplorasi dan ditemukan cara untuk mengeksploitasinya. Hal ini terbukti dari virus Huhuhaha yang saat ini sedang marak menyebar di Indonesia yang mepumpuhkan UAC (User Account Control) Windows vista yang digunakan untuk mencegah program tidak diinginkan berjalan secara otomatis tanpa persetujuan pengguna komputer.

Belum lepas terkejutnya pengguna komputer akan ancaman virus Hopeless, http://vaksin.com/2009/0109/hopeless/hopeless.html, serta makin mengganasnya ancaman virus mancanegara W32/Conficker (alias W32/Downadup, alias W32/Kido) yang sejak awal hingga pertengahan januari ini sudah memakan korban hingga “9 Juta” pengguna komputer dunia. Kini dilanjutkan kembali oleh pembuat virus lokal dengan semakin merebaknya virus VBS yang memakan korban pengguna USB (Flash maupun Drive) pada Instansi Pemerintah, BUMN, Perusahaan Swasta, Instansi Pendidikan serta warnet-warnet di Indonesia.

Entah apa hubungannya dengan krisis global yang melanda dunia saat ini (khususnya dunia komputer), pembuat virus VBS ini membuat virus ini dengan tema “HUHUHAHA”. Norman Security Suite mendeteksi varian virus “huhuhaha” tsb sebagai VBS/Autorun.AO. (lihat gambar 1)



Gambar 1, Norman Security Suite mendeteksi sebagai VBS/Autorun.AO



Ciri File Virus

Virus Huhuhaha dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman VBScript. File virus berukuran 6 kb, dan agar dapat menyebar secara otomatis ia akan membuat file pendamping yaitu “autorun.inf” yang berisi script untuk menjalankan file virus.

Jika virus berhasil menginfeksi, ia akan membuat beberapa file virus diantaranya :

* autorun.inf (pada semua root drive)
* huhuhaha.vbs (pada semua root drive)
* C:\WINDOWS\system32\XpWin.vbs

Virus juga akan mengcopy file “autorun.inf” dan “huhuhaha.vbs” pada setiap usb (flash/drive) yang ditancapkan/dicolokkan pada komputer yang terinfeksi. Semua file virus tersebut memiliki atribut file RHSA (Read, Hidden, System, Archive), sehingga tidak terlihat jika user tidak memunculkan menu hidden. (lihat gambar 2)



Gambar 2, File virus huhuhaha atau VBS/Autorun.AO



Gejala/Efek Virus

Jika sudah terinfeksi virus huhuhaha, akan menimbulkan gejala/efek berikut :

* Memunculkan text virus pada menu “Run”. (lihat gambar 3)



Gambar 3, Text virus pada menu Run

* Menonaktifkan system restore. Hal ini dilakukan agar user tidak dapat mengembalikan setingan system windows kembali seperti sebelum terinfeksi virus ini.
* Menambah header text virus pada Internet Explorer. (lihat gambar 4)




Gambar 4, Header text virus pada Internet Explorer

* Disable fungsi UAC (User Account Control) Windows Vista. UAC adalah fitur pada Windows Vista yang diklaim Microsoft membuat Vista lebih aman daripada Windows XP. Bedanya adalah satu pop up Windows yang menghalangi program (baik program virus atau bukan) dijalankan secara otomatis dan pengguna komputer tetap bisa menyetujui atau menolak program tersebut untuk dijalankan. Dalam banyak kasus serangan virus, pengguna Vista yang terganggu dengan peringatan UAC yang berulang-ulang (karena virus yang terus menerus berusaha menginfeksikan dirinya pada sistem) akan cenderung mengabaikan peringatan UAC dan mengijinkan program untuk dijalankan. Dalam kasus virus Huhuhaha ini, UAC sudah dianggap mengganggu oleh pembuat virus lokal sehingga perlu di nonaktifkan guna memuluskan penyebarannya. Hal ini kembali membuktikan bahwa pada prinsipnya tidak ada OS yang aman dari serangan virus. Pertanyaannya bukanlah “OS apa yang aman dari serangan virus ? ” tetapi “Apakah pembuat virus ingin menyerang OS tersebut atau tidak ?”. (lihat gambar 5)

Pada Vista, fitur ini digunakan agar user biasa dapat menjalankan program/perintah windows yang membutuhkan hak akses admin. Berikut artikel lengkap http://www.microsoft.com/windows/windows-vista/features/user-account-control.aspx


Gambar 5, UAC (User Account Control) yang berusaha dinonaktifkan oleh Huhuhaha

* Merubah nama registrasi computer dengan text virus. (lihat gambar 6)



Gambar 6, Informasi “Registered to: yang dirubah menjadi huhuhaha

* Menonaktifkan fungsi “safe mode” dan membuat “blue screen” windows. Saat user berusaha masuk melalui fitur safe mode, maka akan muncul blue screen. (lihat gambar 7)

Gambar 7, Blue Screen yang diakibatkan Huhuhaha jika user memasuki mode safe mode

* Mematikan fungsi Security Center Windows. Fitur ini digunakan untuk memastikan kondisi komputer dari 3 aspek keamanan yaitu Automatic Updates, Firewall dan Software Antivirus.

Metode Penyebaran

Sama seperti virus lokal lainnya, virus huhuhaha masih menggunakan media USB (flash/drive) sebagai penyebarannya. Virus akan membuat file “autorun.inf” dan “huhuhaha.vbs” pada setiap usb (flash/drive) yang ditancapkan/dicolokkan pada komputer yang terinfeksi. Kedua file tersebut akan aktif secara otomatis dengan hanya mengkases usb (drive/flash) tersebut.

Modifikasi Registry

Agar dapat aktif saat komputer dijalankan, virus membuat string berikut :

* HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE \Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run

Ageia = C:\WINDOWS\system32\XpWin.vbs

* HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run

Systemdir = C:\WINDOWS\huhuhaha.vbs

Agar dapat muncul pada menu Run, virus membuat string berikut :

* HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunMRU

a = huhuhaha

Walau tidak men-disable fungsi windows seperti task manager, folder options, regedit, dll, virus men-disable system restore dengan membuat string berikut :

* HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\ Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\SystemRestore

DisableSR = 1

Serta men-disable fungsi UAC (User Account Control) dengan membuat string berikut :

* HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\ Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System

EnableLUA = 0x00000000

Selain itu, virus menambah caption text pada Internet Explorer dengan membuat string berikut :

* HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Internet Explorer\Main

Window Title = huhuhaha

Kemudian, virus juga merubah registrasi komputerdengan membuat string berikut :

* HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\ Microsoft\Windows NT\CurrentVersion

RegisteredOrganization = huhuhaha

RegisteredOwner = huhuhaha

Agar dapat muncul text virus saat login windows, virus membuat string berikut :

* HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\ Microsoft\Windows NT\CurrentVersion

LegalNoticeCaption = huhuhaha virus

LegalNoticeText = huhuhaha

Untuk men-disable fungsi safe mode, virus men-“delete” string berikut :

* HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot, AlternateShell
* HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot, AlternateShell
* HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet003\Control\SafeBoot, AlternateShell
* HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot, AlternateShell

Serta men-“delete” key berikut :

* HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal
* HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network

Terakhir, virus berusaha mematikan fungsi Security Center dengan membuat string berikut :

* HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Security Center

AntivirusDisableNotify = 1

FirewallDisableNotify = 1

UpdatesDisableNotify = 1

Pembersihan Virus

* Putuskan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan/internet.
* Matikan proses virus yang aktif pada memori. Gunakan Windows Task Manager untuk mematikan proses virus, yaitu dengan nama “wscript.exe”. (wscript.exe merupakan file windows yang digunakan untuk menjalankan file vbscript). (lihat gambar 8)



Gambar 8, Matikan proses virus dengan Windows Task Manager

* Hapus file virus berikut :
* autorun.inf (pada semua root drive)
* huhuhaha.vbs (pada semua root drive)
* C:\WINDOWS\system32\XpWin.vbs

Catatan

* Sebaiknya tampilkan file yang tersembunyi agar mempermudah dalam proses pencarian file virus. (virus memiliki atribut file Hidden, Archive, System, dan Read-Only)
* Untuk mempermudah proses pencarian sebaiknya gunakan fasilitas "Search” Windows dengan filter file autorun.inf dan *.vbs yang mempunyai ukuran 6 KB.

* Hapus string registry yang dibuat oleh virus. Untuk mempermudah dapat menggunakan script registry dibawah ini :

[Version]

Signature="$Chicago$"

Provider=Vaksincom Oyee


[UnhookRegKey]

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Security Center, AntiVirusDisableNotify, 0x00000000,0

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Security Center, FirewallDisableNotify, 0x00000000,0

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Security Center, UpdatesDisableNotify, 0x00000000,0

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion, RegisteredOrganization, 0, "Organization"

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion, RegisteredOwner, 0, "Owner"

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\SystemRestore, DisableSR, 0x00000000,0

HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot, AlternateShell, 0, "cmd.exe"

HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot, AlternateShell, 0, "cmd.exe"

HKLM, SYSTEM\ControlSet003\Control\SafeBoot, AlternateShell, 0, "cmd.exe"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot, AlternateShell, 0, "cmd.exe"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\{36FC9E60-C465-11CF-8056-444553540000}, (default), "Universal Serial Bus controller"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\{4D36E965-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "CD-ROM Drive"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\{4D36E967-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "DiskDrive"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\{4D36E969-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "Standar floppy disk controller"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\{4D36E96A-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "Hdc"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\{4D36E96B-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "Keyboard"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\{4D36E96F-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "Mouse"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\{4D36E977-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "PCMCIA Adapters"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\{4D36E97B-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "SCSIAdapters"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\{4D36E97D-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "System"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\{4D36E980-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "Floppy disk drive"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\{71A27CDD-812A-11D0-BEC7-08002BE2092F}, (default), "Volume"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\{745A17A0-74D3-11D0-B6FE-00A0C90F57DA}, (default), "Human Interfaces Devices"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\AppMgmt, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\Base, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\Boot Bus Extender, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\Boot file system, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\CryptSvc, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\DcomLaunch, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\dmadmin, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\dmboot.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\dmio.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\dmload.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\dmserver, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\EventLog, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\File system, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\Filter, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\HelpSvc, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\Netlogon, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\PCI Configuration, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\PlugPlay, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\PNP Filter, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\Primary disk, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\RpcSs, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\SCSI Class, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\sermouse.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\sr.sys, (default), "FSFilter System Recovery"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\SRService, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\System Bus Extender, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\vga.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\vgasave.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Minimal\WinMgmt, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{36FC9E60-C465-11CF-8056-444553540000}, (default), "Universal Serial Bus controller"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{4D36E965-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "CD-ROM Drive"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{4D36E967-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "DiskDrive"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{4D36E969-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "Standar floppy disk controller"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{4D36E96A-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "Hdc"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{4D36E96B-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "Keyboard"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{4D36E96F-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "Mouse"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{4D36E972-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "Net"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{4D36E973-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "NetClient"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{4D36E974-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "NetService"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{4D36E975-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "NetTrans"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{4D36E977-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "PCMCIA Adapters"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{4D36E97B-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "SCSIAdapters"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{4D36E97D-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "System"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{4D36E980-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}, (default), "Floppy disk drive"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{71A27CDD-812A-11D0-BEC7-08002BE2092F}, (default), "Volume"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\{745A17A0-74D3-11D0-B6FE-00A0C90F57DA}, (default), "Human Interfaces Devices"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\AFD, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\AppMgmt, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\Base, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\Boot Bus Extender, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\Boot file system, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\Browser, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\CryptSvc, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\DcomLaunch, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\Dhcp, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\dmadmin, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\dmboot.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\dmio.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\dmload.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\dmserver, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\DnsCache, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\EventLog, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\File system, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\Filter, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\HelpSvc, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\ip6fw.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\ipnat.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\LanmanServer, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\LanmanWorkstation, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\LmHosts, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\Messenger, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\NDIS, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\NDIS Wrapper, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\Ndisuio, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\NetBIOS, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\NetBIOSGroup, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\NetBT, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\NetDDEGroup, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\Netlogon, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\NetMan, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\Network, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\NetworkProvider, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\NtLmSsp, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\PCI Configuration, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\PlugPlay, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\PNP Filter, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\PNP_TDI, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\Primary disk, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\rdpcdd.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\rdpdd.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\rdpwd.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\rdsessmgr, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\RpcSs, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\SCSI Class, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\sermouse.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\SharedAccess, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\sr.sys, (default), "FSFilter System Recovery"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\SRService, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\Streams Drivers, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\System Bus Extender, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\Tcpip, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\TDI, (default), "Driver Group"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\tdpipe.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\tdtcp.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\termservice, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\vga.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\vgasave.sys, (default), "Driver"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\WinMgmt, (default), "Service"

HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot\Network\WZCSVC, (default), "Service"


[del]

HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\RunMRU, a

HKCU, Software\Microsoft\Internet Explorer\Main, Window Title

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, Ageia

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, Systemdir

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\system, EnableLUA

HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Winlogon

Gunakan notepad, kemudian simpan dengan nama “repair.inf” (gunakan pilihan Save As Type menjadi All Files agar tidak terjadi kesalahan).

Jalankan repair.inf dengan klik kanan, kemudian pilih install.

* Untuk pembersihan virus huhuhaha secara optimal dan mencegah infeksi ulang, sebaiknya menggunakan antivirus yang terupdate dan mengenali virus ini dengan baik.

Salam,

Ad Sap

info@vaksin.com



PT. Vaksincom

Jl. Tanah Abang III / 19E

Jakarta 10160



Ph : 021 345 6850

Fx : 021 345 6851


Sumber : Di sini
Read More »

Easter Egg di Winamp

Abis baca-baca tentang Easter Egg sebuah program.

Dan dapet email dari kawan nih Ternyata di winamp ada permainan snake yg tersembunyi..

tapi gw ga tau versi berapa aja yang bisa,, gw pake 5.5 bisa kek gambar di bawah ini.



Berikut cara caranya:

1.Buka winamp seperti biasa
2.Skin yang harus dipakai adalah bento,, option->skin->bento
3.Tekan CTRL+P untuk membuka preferences
4. Di menu samping, navigasi ke Skins-> Modern Skins.
5.Pilih tab "current skin" dari daftar tab di sepanjang bagian atas
6.double kilik animasi kotak bento
7.Selamat bermain




Read More »

Minggu, 15 Maret 2009

Hati-Hati 'Ular Berbisa' Incar Account Yahoo Anda




Jakarta - Mau tahu 'ular berbisa' versi Messenger yang sedang marak beredar di internet ? Salah satu teknik yang paling mudah untuk menjerat korban phishing adalah menggunakan rekayasa sosial yang tepat, dan kalau hal ini dilakukan oleh orang yang mgnerti hukum, maka hal ini akan mengakibatkan banjir phishing di internet. Kali ini yang menjadi korban adalah para pengguna Messenger, baik Yahoo Messenger maupun MSN Messenger.

Jika Anda pernah menerima pesan di Yahoo Messenger seperti dibawah ini

* Hey chck my yahoo flicker account… uploaded some pics J http://www.***-picz.com
* Hi there…. Come check my pictures… different kind of pics of me WILD and CRAZY J http://www.***-picz.com


Dan jika Anda klik link tersebut maka Anda akan diarahkan pada website phishing yang telah disiapkan.


Jangan sekali-kali Anda masukkan Yahoo Email dan Password Anda karena rekening YM Anda akan langsung diketahui. Sekali Account Yahoo Anda diketahui, secara teknis banyak sekali hal-hal berbahaya yang dapat dilakukan tanpa sepengetahuan Anda. Seperti mengirimkan Phishing, SPAM, email fitnah sampai mengubah data pemilik Account. Terlebih jika Anda memiliki akses berharga pada Account YM Anda seperti administrator mailinglist dengan jumlah anggota yang besar, account produk-produk Yahoo dan lainnya.

Mengapa orang bisa tertipu?

Jika Anda “merasa” belum pernah tertipu dan bertanya-tanya, kok keterlaluan banget yah, orang bisa tertipu begitu mudah? Jawabannya selain karena “kurang teliti” karena mengira situs yang dikunjungi adalah situs milik Yahoo tetapi sebab lain yang utama adalah karena yang mengirimkan pesan tersebut adalah kontak Anda yang ada di Yahoo Messenger.

Tentunya Anda percaya bahwa teman Anda tidak mungkin mencelakakan Anda dengan menjebak Anda ke situs phishing (kalau benar ada rasanya keterlaluan banget deh L). Jadi, kalau Anda menerima pesan seperti di atas, jangan mengamuk dulu sama teman Anda. Masalahnya, pesan YM tersebut rupanya tidak dikirimkan oleh teman Anda, melainkan karena Account Yahoonya telah diketahui dan digunakan untuk mengirimkan pesan yang menggiring semua kontak untuk mengklik link yang membuka halaman web yang meminta Yahoo Mail dan password.

Segera minta teman Anda untuk mengganti Password YM dan memeriksa dengan teliti apakah data pendukung rekening Yahoonya masih sesuai dengan dirinya. Kalau masih sesuai, 'mungkin' rekening Yahoo tersebut masih bisa digunakan. Tetapi kalau Anda was-was dan ingin menerapkan paranoid mode, ganti rekening Yahoo Anda dengan yang baru dan jangan lupa lengkapi login Yahoo Anda dengan 'Sign in Seal' dan selalu perhatikan alamat situs Yahoo setiap kali memasukkan username dan password.

Siapa yang baca Term and Conditions ?

Jika ditanya, apakah Anda membaca dengan seksama Terms and Conditions setiap kali Anda menginstal software atau menggunakan satu layanan di internet ? Dapat dikatakan 99 % akan menjawab Tidak. Nah, kelemahan inilah yang dimanfaatkan oleh T P Ltd, perusahaan yang menjadi dalang dari semua ini.

T P Ltd adalah satu perusahaan yang menggunakan domisili hukum Panama. Dan perusahaan ini sudah melindungi dirinya dengan perangkat hukum yang baik karena dia sudah mencantumkan bahwa Anda setuju account Yahoo Anda digunakan untuk tujuan promosi dalam Term and Conditions yang tercantum linknya di halaman depan situs forgery tersebut. (yang kami yakin Anda yang pernah masuk situs tersebutpun belum tentu ingat ada kalimat '- By logging in you accept Terms and Conditions-', apalagi mengklik dan membaca linknya.

Berikut ini kutipan salah satu point dalam 'Terms and Conditions': By using our service/website you hereby fully authorize T P Ltd to send messages of a commercial nature via Instant Messages and E-Mails on behalf of third parties via the information you provide us.

Firefox – Internet Explorer – Safari

Satu hal yang menarik dan Vaksincom alami dalam mengakses situs forgery ini menggunakan beberapa browser yang berbeda seperti Firefox, Internet Explorer dan Safari adalah : Secara default (tanpa setting khusus) browser Firefox versi 3.0.6 relatif lebih aman dari browser Internet Explorer versi 7.0.6001.18000 dan Safari versi 3.2.1.

Mengapa? Firefox memberikan peringatan berulang-ulang setiap kali mengakses situs forgery yang rasanya agak 'keterlaluan' kalau sampai pengguna firefox sampai bisa tertipu oleh situs ini.

Jadi, saat pertama kali Vaksincom masuk ke situs www.holiday-picz.com langsung mendapatkan peringatan berwarna Merah dengan gambar icon polisi memegang rambu lalulintas 'dilarang masuk' (coba kurang jelas bagaimana pesan yang diberikan?) bahwa situs ini dilaporkan Berbahaya dan dipalsukan dan hanya dua tombol yang mudah di klik:

1. Get me out of here ! Yang kalau diklik akan membawa Anda keluar dari situs berbahaya tersebut.
2. Why was this site blocked ? Yang kalau diklik akan memberikan informasi lebih jauh mengenai web forgery dan phishing


Hanya saja kalau Anda tetap keukeuh dan ingin mengakses situs tersebut, Anda dapat mengklik kalimat kecil di pojok kanan 'Ignore this warning', kemudian Anda baru bisa mengakses situs tersebut. Itupun masih tetap dengan adanya pita berwarna merah berisi peringatan dari Firefox 'Reported Web Forgery !'.

Kemungkinan pengguna Firefox tetap bisa terjebak memasukkan Alamat email dan password adalah karena 'gatal' ingin mengklik dan memasukkan segala sesuatu tanpa membaca atau karena pengguna tersebut kurang mengerti Bahasa Inggris. (Tapi harusnya kan mengerti yah, kalau merah itu berarti bahaya, mana ada gambar polisi galak bawa rambu verboden kok masih diterabas. Kaya naik motor aja).

Menurut perkiraan Vaksincom, secara tidak langsung karena Yahoo Messenger secara default akan membuka setiap link menggunakan Internet Explorer sehingga menyebabkan tingginya korban dari web forgery ini.

Celakanya, Vaksincom mendapatkan laporan bahwa TP Ltd ini sangat kreatif dan selalu memperbaharui situs forgery-nya dengan pesan yang makin hari makin canggih. Selain itu, bukan hanya Yahoo Messenger saja yang menjadi korbannya, tetapi juga MSN Messenger.

Dalam artikel berikutnya, Vaksincom akan memberikan hasil pengetesan Lab menggunakan Account Yahoo messenger dan bagaimana mendeteksi Account Yahoo Anda sedang dipakai. Dan terakhir yang tidak kalah menarik, ada perusahaan game online internet yang populer di Indonesia dengan anggota 188.701 orang yang ternyata menggunakan jasa TP Ltd dalam menyebarkan iklan gamenya.

*Penulis, Alfons Tanudjaya, adalah peneliti antivirus di Vaksincom.

Sumber : Dari sini
Read More »

Awas, Modifikasi Baru dari Virus Kido

Jakarta - Kaspersky Lab mendeteksi sebuah modifikasi baru dari virus Kido. Varian terbaru ini berbeda dari yang sebelumnya karena ia menambah fungsi Trojan yang ada pada versi program berbahaya yang sebelumnya.

Net-Worm.Win32.Kido.ip, Net-Worm.Win32.Kido.iq, dan varian lainnya adalah bentuk modifikasi terbaru dari Kido, yang dapat mencegah fungsi produk antivirus pada mesin yang terinfeksi.

Vitaly Kamluk, ahli antivirus senior dari Kaspersky mengatakan, sejauh ini versi baru Kido tidak menunjukkan ancaman yang mewabah. "Bagaimanapun, jika versi Kido yang sekarang digantikan oleh varian yang terbaru, akan sangat sulit untuk memerangi pembuat program berbahaya ini," lanjutnya.

Worm Kido tersebut memiliki fungsi pengunduh Trojan, yang berarti ia mengirimkan program berbahaya untuk menginfeksi komputer. Infeksi Kido pertama terdeteksi pada bulan November 2008.

Dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Jumat (13/3/2009), Kaspersky Lab pun menganjurkan agar semua pengguna internet menginstal update keamanan sistem operasinya.

Sumber : dari sini
Read More »

Sabtu, 14 Maret 2009

Email Gmail dengan Domain pribadi, Bisakah?

Kali ini kita akan coba membahas salah satu fasilitas dari Gmail, bernama google apps. Siapapun yang telah berkelana di jagad inet pasti punya email. baik itu untuk urusan personal maupun kantor. intinya adalah kita membuat email account dengan engine berasal dari Gmail tetapi domain menggunakan domain kita pribadi, contohnya seperti tedjo@tedjo.co.cc email yang aku gunakan sekarang. Memang sih, dari hostingan kita bisa mendapat jatah email.

Namun terkadang untuk account email yang dibuat dengan hosting biasanya memiliki space yang terbatas, kecuali account email beli yang lumayan gede storagenya dan gede juga duitnya. Gmail juga terbatas, tapi dengan storage 2gb untuk ukuran email ya sudah lebih dari cukup menurutku. Dengan berdasarkan itu dan berdasarkan aku yang suka gratisan tapi dengan fasilitas yang cukup fantastis.



yang harus anda siapkan adalah tentu saja domain dan akses ke cpanel. Anggap anda sudah memiliki semua itu, sekarang tinggal menghubungkan domain yang anda punya dengan Gmail. Ikuti langkah2 berikut ini, siapkan camilan dan minuman … hehehee
1. Untuk langkah pertama silahkan klik link google ini, hingga muncul tampilan seperti dibawah ini.


2. Kemudian klik Sign Up atau kalo mau baca2 informasi seputar pendaftaran ini silahkan klik Learn more. Selanjutnya pilih paket yang akan di kehendaki.


3. Pilih Domain yang akan dipergunakan. Seperti Gambar dibawah ini.


4. Masukkan daftar isian yang diperlukan.


5. Pilih admin yang akan mengelola domain ini.


6. Akan masuk ke control panel. Seperti dibawah ini.



7. Verivikasi Domain anda.



8. Nah, sekarang klik activate email untuk menghubungkan antara Gmail dengan domain pribadi yang dimiliki. Setelah klik activate maka akan muncul halaman seperti dibawah ini, dimana google akan meminta untuk mengarahkan Mail Exchanger (MX) pada google dengan MX hosting.


berikut ini adalah MX server address google yang akan dimasukkan dalam MX pada hosting. Untuk mengubah MX, pada hosting yang aku pakai dapat ditemui pada menu Mail >> Modify Mail Exchanger (MX Entry). Kalau tidak ditemukan coba cari dulu di google.com



9. Setelah MX disesuaikan maka pada halaman status Email akan muncul keterangan Updating…. This may tak up to 48 hours to complete. Jangan percaya dengan status itu …. karena aku sendiri ga sampe 48 jam nunggunya kalau ga salah kurang dari 1 jam waktu itu.

10. Jika status Email sudah Running sekarang tinggal memilih alamat yang akan digunakan untuk mengakses halaman loginnya cukup klik Customize URL hingga muncul halaman seperti dibawah ini.



Jika pilih default, ga perlu lagi mengubah atau menambah apa2 lagi di hosting. Tapi kalau pilih Custom maka perlu untuk mengubah Cname pada hosting. Nah, untuk Cname ini terus terang aku ga nemu di hosting yang aku pake sekarang ini, jadi aku sekarang ini hanya me-redirect subdomainku ke url yang default.
Untuk Cname nanti ada petunjuknya seperti gambar dibawah ini.



11. Tergantung anda memilih yang mana, pilih yang default tanpa mengubah Cname atau memilih custom yang mengharuskan untuk mengubah Cname. Jika sudah dipilih maka tinggal mengakses halaman loginnya, dalam kasus ini aku menggunakan url default yang sudah aku redirect ke subdomainku, contohnya mail.tedjo.co.cc seperti tampak dalam gambar dibawah ini.


12. Masukan Username dan passwordnya......dan.....akhirnya kita telah memiliki email dengan domain pribadi...




Thanks buat temen2 gue yang support gue dang ngeledek gue karena ga punya email pribadi....heuheuhue... kalol ga ada elo, ga mungkin gue bisa buat tutor ini.

Ditunggu kritik dan sarannya...



Read More »

Jumat, 23 Januari 2009

Bosen ama Anonymous proxy ? Coba pake SSH Tunnel aja.

Bosen nyari anonymous Proxy? atau merasa kesel dan emosi ketika punya anonymous Proxy yang dimiliki telah di banned? kenapa ga coba make SSH-Tunnel aja? Sebenernya dah lama pengen nulis artikel ini, tapi berhubung selama ini lagi banyak kesibukan di sekolah, jadinya cuma bisa buat catetan-catetan kecil dulu. Trik ini juga sebenernya dah lama beredar di dunia maya. cuma ingin share aja buat teman-teman yang mungkin belum tahu. Mohon koreksinya ya kalo ada yang salah. .

Menurut Wikipedia, An SSH tunnel (sometimes referred to as a “Poor Man’s VPN”) is an encrypted network tunnel created through an ssh connection. Jadi kita bisa berselancar secara aman menggunakan teknik SSH-Tunnel ini.


Gimana caranya?

1. Kamu harus punya koneksi ssh ke suatu server. Kamu bisa mendapatkan SSH Account secara legal ataupun illegal. Tergantung kemampuan dan kemauan aja deh. sebelumnya sudah saya persiapkan server tersebut. (hehehe,,, padahal ngerayu teman buat bukain koneksi sshnya. tapi lumayanlah, daripada kaga).
2. Siapkan putty sebagai tool yang akan kita pakai. bisa di download di sini.
3. Buka Putty kamu seperti gambar di bawah ini.


4. masukkan ip server kamu dan portnya seperti gambar dibawah diatas. pastikan kamu menandai dengan akses ssh.
5. pada tab sebelah kiri, kamu pilih conection. trus pilih ssh. kemudian pilih tunnel.
6. pada tab tunnel, di kolom Destination, kamu masukkan ip server ssh kamu. dan pilih port diatas 5500, type kamu pilih dynamic dan auto. dan pilih add. seperti gambar di bawah ini.


7. Login ke ssh kamu dan biarkan koneksi ssh tetap berjalan.
8. buka IE/Mozzila kamu.
9. pilih tab tool>option
10. kemudian pilih tab advance>network
11. pada bagian connection, pilihlah setting
12. pilihlah manual proxy. pada bagian HOT SOCKS, kamu isi dengan 127.0.0.1 dan portnya sesuai dengan yang kamu pasang di putty untuk tunnel. seperti gambar dibawah ini.





13. pilih ok.
14. cek ip kamu di freeinbox.org


Kalo bisa tampil, dan menampilkan ip address yang berbeda dengan sebelumnya, maka kamu udah sukses melakukan SSH-Tunnel. Gimana? lebih simpel daripada nyari proxy khan? :)


Mohon masukannya dan saran.

link terkait :


http://blog.matriphe.com/index.php/2007/01/19/browsing-via-ssh-tunneling/


Read More »

Kamis, 01 Januari 2009

Set DHCP di Cisco router

Lagi coba-coba mengingat apa yang dulu pernah di dapat waktu STM. gue inget lagi waktu belajar router cisco. ada fasilitas DHCP. seperti server aja... dan kebetulan sekarang gue dah ada bahan prakteknya, gue mo coba-coba ah..

Case :
Kondisi yang diminta adalah dhcp network kelas C.




!
ip dhcp excluded-address 172.16.13.250
!


Command diatas gunanya untuk membolehkan ip selain 172.16.13.250 untuk dipakai sebagai dhcp.

!
ip dhcp pool 172.16.13.0/24
network 172.16.13.0 255.255.255.0
default-router 172.16.13.250
dns-server 202.134.0.155 202.134.2.5
!


command diatas untuk dhcpnya.


!
Tedjo-Test#show ip dhcp binding
Bindings from all pools not associated with VRF:
IP address Client-ID/ Lease expiration Type
Hardware address/
User name
172.16.13.4 0100.5004.adba.36 Mar 16 2002 05:27 AM Automatic
172.16.13.12 0100.1d72.1834.2b Mar 16 2002 08:10 AM Automatic
172.16.13.14 0100.140b.4833.be Mar 16 2002 03:30 AM Automatic
172.16.13.15 0100.0c6e.7cf8.40 Mar 16 2002 02:19 AM Automatic
172.16.13.16 0100.1d7e.58ff.75 Mar 15 2002 09:09 AM Automatic
!



Command di atas untuk mengecek apakah dhcp telah berjalan.


mungkin itu aja yang bisa dijabarin. sangat di tunggu untuk kritik dan sarannya yang bisa membangun saya.
Read More »

Minggu, 28 Desember 2008

Mendeteksi YM yang invisible.




Beberapa orang mungkin terbiasa invisible di Yahoo Messengernya, karena sedang sibuk atau memang sedang tidak mau diganggu. Lalu, bagaimana kalo kita sedang ada keperluan mendesak kepada seseorang dan id YM orang tersebut selalu terlihat offline?
Sekarang tidak perlu khawatir lagi. Kita bisa mendeteksi id YM seseorang yang sedang offline, apakah dia benar-benar offline atau sedang ngumpet alias invisible. Cukup buka link berikut www.invisible-scanner.com atau bisa juga di www.detectinvisible.com/ Masukkan id YM yang ingin dideteksi, lalu tekan search.

Selamat Memburu teman anda yang doyan invis...
Read More »

Senin, 01 Desember 2008

Setting Mikrotik Sebagai Gateway Server

Masih tentang mikrotik nih. hehehe,,,, mumpung masih semangat buat nulis dan makanan baru mateng....


Sebelum kita belajar bagaimana cara setup server mikrotik menjadi sebuah Gateway Server, kita siapkan dulu beberapa keperluan.

1. Sebuah komputer yang telah ter-install mikrotik
2. 2 buah NIC (Network Adapter)
3. Sebuah koneksi internet (dalam hal ini penulis menggunakan koneksi dari speedy)
4. Sebuah komputer atau laptop sebagai client
5. Kopi dan rokok secukupnya :D





Setelah kita persiapkan semua keperluan kita sebelum belajar seperti list di atas, kita akan memulai setup sebuah server mikrotik menjadi sebuah gateway server. Dalam hal ini, agar kita lebih paham, kita coba untuk mengambil contoh topologi seperti di bawah ini.




1. Cek apakah NIC telah terpasang dengan benar dengan cara jalankan perintah :
[admin@MikroTik] > interface print
Jika setelah menjalankan perintah di atas muncul seperti di bawah ini, maka
instalasi NIC sudah benar.

Flags: X - disabled, R - running, D - dynamic, S - slave
# NAME TYPE MTU
0 R ether1 ether 1500
1 R ether2 ether 1500

2. Setup ip address dari kedua ethernet, gateway juga alamat DNS server mikrotik
tersebut (sesuai gambar di atas).

ether1 = 192.168.1.2 netmask = 255.255.255.0
ether2 = 10.100.100.1 netmask = 255.255.255.0
Gateway = 192.168.1.1
Primary dan Secondary DNS = (sesuai dengan DNS ISP anda)

Jika belum mengetahui cara setting di atas, silahkan lihat di sini.

3. Test koneksi internet dengan cara menjalankan perintah ping.

[admin@MikroTik] > ping google.com
72.14.207.99 64 byte ping: ttl=238 time=604 ms
72.14.207.99 64 byte ping: ttl=238 time=622 ms
72.14.207.99 64 byte ping: ttl=238 time=582 ms
72.14.207.99 64 byte ping: ttl=238 time=623 ms
5 packets transmitted, 4 packets received, 20% packet loss
round-trip min/avg/max = 582/607.7/623 ms

4. Setup masquerading (NAT) agar client dari server mikrotik bisa tersambung ke
internet.

[admin@MikroTik] > ip firewall nat add action=masquerade
out-interface=ether1 chain=srcnat
Cek hasil dari setup
[admin@MikroTik] > ip firewall nat print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat action=masquerade out-interface=ether1

5. Setup DHCP Server dengan langkah-langkah sebagai berikut :
* Buat IP Address Pool
[admin@MikroTik] > ip pool add name=dhcp-pool
ranges=10.100.100.10-10.100.100.20
* Tambahkan DHCP network dan gateway yang akan didistribusikan di client
[admin@MikroTik] > ip dhcp-server network add address=10.100.100.0/24
gateway=10.100.100.1
* Tambahkan DHCP Server ke ether2
[admin@MikroTik] > ip dhcp-server add interface=ether2
address-pool=dhcp-pool
* Enable DHCp Service
[admin@MikroTik] > ip dhcp-server enable 0

6. Langkah terakhir adalah tes dari client.




Read More »

Perintah Dasar di mikrotik.

halo,,,, baru dapet tugas nih suruh belajar dan praktek2 mengenai mikrotik. tugas yang sebenernya udah ada di time line belajar gue.

ok bro gw coba mulai dengan sharing tentang perintah-perintah dasar di mikrotik karena gw pikir penting untuk belajar ini karena provider-provider besar(dalam hal ini kantor gue) kebanyakan juga menggunakan mikrotik jadi maksud gw ini dibutuhkan di dunia kerja ok


kita mulai, gue anggep udah tersedia sebuah pc yang terinstal mikrotik OS didalamnya.

untuk memulai pertama kita masukan kabel konsol ke serial setelah itu buka hyperterminal kalau ada program lain seperti secureCRT atau putty lebih bagus OK setingan hyper terminal yang perlu diperhatikan adalah port di com berapa kita menggunakan konsol lalu baudrate di setting 9600 setelah itu terserah untuk yang lain
setelah masuk kita di hadapkan dengan login dan password .
password default mikrotik login : root password : admin jika sudah masuk akan tampil
di mikrotik perintahnya hampir sama dengan linux sebenarnya jika kita ketik help akan muncul perintah-perintahnya

[admin@Mikrotik] > interface print
Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500

[admin@Mikrotik]>

Jika interfacenya ada tanda X (disabled) setelah nomor (0,1), maka periksa lagi
etherned cardnya, seharusnya R (running).

a. Mengganti nama interface
[admin@Mikrotik] > interface(enter)

b. Untuk mengganti nama Interface ether1 menjadi Public (atau terserah namanya), maka
[admin@Mikrotik] interface> set 0 name=Public

c. Begitu juga untuk ether2, misalkan namanya diganti menjadi Local, maka
[admin@Mikrotik] interface> set 1 name=Local

d. atau langsung saja dari posisi root direktori, memakai tanda “/”, tanpa tanda kutip
[admin@Mikrotik] > /interface set 0 name=Public

e. Cek lagi apakah nama interface sudah diganti.
[admin@Mikrotik] > /interface print

Flags: X - disabled, D - dynamic, R - running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R Local ether 0 0 1500
1 R Public ether 0 0 1500

–[2]– Mengganti password default
Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]]>

–[3]– Mengganti nama hostname
Mengganti nama Mikrotik Router untuk memudahkan konfigurasi, pada langkah ini
nama server akan diganti menjadi “routerku”

[admin@Mikrotik] > system identity set name=routerku
[admin@routerku]>

–[4]– Setting IP Address, Gateway, Masqureade dan Name Server

–[4.1]– IP Address

Bentuk Perintah konfigurasi

ip address add address ={ip address/netmask} interface={nama interface}

a. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan Public akan kita gunakan untuk
koneksi ke Internet dengan IP 192.168.1.2 dan Local akan kita gunakan untuk network LAN
kita dengan IP 192.168.0.30 (Lihat topologi)

[admin@routerku] > ip address add address=192.168.1.2 \
netmask=255.255.255.0 interface=Public comment=”IP ke Internet”

[admin@routerku] > ip address add address=192.168.0.30 \
netmask=255.255.255.224 interface=Local comment = “IP ke LAN”

b. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan

[admin@routerku] >ip address print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 ;;; IP Address ke Internet
192.168.0.30/27 192.168.0.0 192.168.0.31 Local
1 ;;; IP Address ke LAN
192.168.1.2/24 192.168.0.0 192.168.1.255 Public
[admin@routerku]>

–[4.2]– Gateway

Bentuk Perintah Konfigurasi

ip route add gateway={ip gateway}

a. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah
192.168.1.1

[admin@routerku] > /ip route add gateway=192.168.1.1

b. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers

[admin@routerku] > ip route print

Flags: X - disabled, A - active, D - dynamic,
C - connect, S - static, r - rip, b - bgp, o - ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 192.168.0.0/24 192.168.0.30 Local
1 ADC 192.168.0.0/27 192.168.1.2 Public
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.1.1 Public
[admin@routerku]>

c. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar

[admin@routerku] > ping 192.168.1.1
192.168.1.1 64 byte ping: ttl=64 time<1 ttl="64" max =" 0/0.0/0">

–[4.3]– NAT (Network Address Translation)

Bentuk Perintah Konfigurasi

ip firewall nat add chain=srcnat action=masquerade out-inteface={ethernet
yang langsung terhubung ke Internet atau Public}

a. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar
client computer pada network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.

[admin@routerku] > ip firewall nat add chain=scrnat out-interface=Public action=masquerade
[admin@routerku]>

b. Melihat konfigurasi Masquerading

[admin@routerku] ip firewall nat print
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
0 chain=srcnat out-interface=Public action=masquerade
[admin@routerku]>

–[4.4] Name server

Bentuk Perintah Konfigurasi

ip dns set primary-dns={dns utama} secondary-dns={dns ke dua}

a. Setup DNS pada Mikrotik Routers, misalkan DNS dengan Ip Addressnya
Primary = 202.134.0.155, Secondary = 202.134.2.5

[admin@routerku] > ip dns set primary-dns=202.134.0.155 allow-remoterequests=yes
[admin@routerku] > ip dns set secondary-dns=202.134.2.5 allow-remoterequests=yes

b. Melihat konfigurasi DNS

[admin@routerku] > ip dns print
primary-dns: 202.134.0.155
secondary-dns: 202.134.2.5
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB

[admin@routerku]>

c. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain

[admin@routerku] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@routerku]>

Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.

Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika
berhasil berarti kita sudah berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway
server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat dimanage menggunakan WinBox yang
bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita. Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.30, via browser buka http://192.168.0.30. Di Browser akan ditampilkan
dalam bentuk web dengan beberapa menu, cari tulisan Download dan download WinBox dari situ.
Simpan di local harddisk. Jalankan Winbox, masukkan Ip address, username dan password.

–[5]– DHCP Server

DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Protocol, yaitu suatu program yang
memungkinkan pengaturan IP Address di dalam sebuah jaringan dilakukan terpusat di server,
sehingga PC Client tidak perlu melakukan konfigurasi IP Addres. DHCP memudahkan administrator
untuk melakukan pengalamatan ip address untuk client.

Bentuk perintah konfigurasi

ip dhcp-server setup
dhcp server interface = { interface yang digunakan }
dhcp server space = { network yang akan di dhcp }
gateway for dhcp network = { ip gateway }
address to give out = { range ip address }
dns servers = { name server }
lease time = { waktu sewa yang diberikan }

Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup
dhcp server pada Mikrotik. Berikut langkah-langkahnya :

a. Tambahkan IP address pool

/ip pool add name=dhcp-pool ranges=192.168.0.1-192.168.0.30

b. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client.
Pada contoh ini networknya adalah 192.168.0.0/27 dan gatewaynya 122.168.0.30

/ip dhcp-server network add address=192.168.0.0/27 gateway=192.168.0.30 dns-server=192.168.0.30 \
comment=”"

c. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface Local )

/ip dhcp-server add interface=local address-pool=dhcp-pool

d. Lihat status DHCP server

[admin@routerku] > ip dhcp-server print

Flags: X - disabled, I - invalid

# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP

0dhcp1 Local

Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih
dahulu pada langkah e.

e. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya

/ip dhcp-server enable 0

kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti
sudah aktif

f. Tes Dari client

Misalnya :
D:\>ping www.yahoo.com

–[6]– Transparent Proxy Server

Proxy server merupakan program yang dapat mempercepat akses ke suatu web
yang sudah diakses oleh komputer lain, karena sudah di simpan didalam
caching server.Transparent proxy menguntungkan dalam management client,
karena system administrator tidak perlu lagi melakukan setup proxy di
setiap browser komputer client karena redirection dilakukan otomatis di sisi
server.

Bentuk perintah konfigurasi :
a. Setting web proxy :

- ip proxy set enable=yes
port={ port yang mau digunakan }
maximal-client-connections=1000
maximal-server-connections=1000

- ip proxy direct add src-address={ network yang akan di
NAT} action=allow

- ip web-proxy set parent-proxy={proxy parent/optional}
hostname={ nama host untuk proxy/optional}
port={port yang mau digunakan}
src-address={ address yang akan digunakan untuk koneksi
ke parent proxy/default 0.0.0.0}
transparent-proxy=yes
max-object-size={ ukuran maximal file yang akan disimpan
sebagai cache/default 4096 in Kilobytes}
max-cache-size= { ukuran maximal hardisk yang akan
dipakai sebagai penyimpan file cache/unlimited
| none | 12 in megabytes}
cache-administrator={ email administrator yang akan digunakan
apabila proxy error, status akan dikirim
ke email tersebut}
enable==yes

Contoh konfigurasi
——————-

a. Web proxy setting

/ ip web-proxy
set enabled=yes src-address=0.0.0.0 port=8080 \
hostname=”proxy.routerku.co.id” transparent-proxy=yes \
parent-proxy=0.0.0.0:0 cache-administrator=”support@routerku.co.id” \
max-object-size=131072KiB cache-drive=system max-cache-size=unlimited \
max-ram-cache-size=unlimited

Nat Redirect, perlu ditambahkan yaitu rule REDIRECTING untuk membelokkan
traffic HTTP menuju ke WEB-PROXY.

b. Setting firewall untuk Transparant Proxy

Bentuk perintah konfigurasi :

ip firewall nat add chain=dstnat
protocol=tcp
dst-port=80
action=redirect
to-ports={ port proxy }

Perintahnya:

——————————————————————————–
/ ip firewall nat
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=80 action=redirect to-ports=8080 \
comment=”" disabled=no
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=3128 action=redirect to-ports=8080 \
comment=”" disabled=no
add chain=dstnat protocol=tcp dst-port=8000 action=redirect to-ports=8080 \
——————————————————————————–

perintah diatas dimaksudkan, agar semua trafik yang menuju Port 80,3128,8000
dibelokkan menuju port 8080 yaitu portnya Web-Proxy.

CATATAN:
Perintah

/ip web-proxy print { untuk melihat hasil konfigurasi web-proxy}
/ip web-proxy monitor { untuk monitoring kerja web-proxy}

–[7]– Bandwidth Management

QoS memegang peranan sangat penting dalam hal memberikan pelayanan
yang baik pada client. Untuk itu kita memerlukan bandwidth management
untuk mengatur tiap data yang lewat, sehingga pembagian bandwidth menjadi
adil. Dalam hal ini Mikrotik RouterOs juga menyertakan packet software
untuk memanagement bandwidth.

Bentuk perintah konfigurasi:

queue simple add name={ nama }
target-addresses={ ip address yang dituju }
interface={ interface yang digunakan untuk melewati data }
max-limit={ out/in }

Dibawah ini terdapat konfigurasi Trafik shaping atau bandwidth management
dengan metode Simple Queue, sesuai namanya, Jenis Queue ini memang
sederhana, namun memiliki kelemahan, kadangkala terjadi kebocoran bandwidth
atau bandwidthnya tidak secara real di monitor. Pemakaian untuk 10 Client,
Queue jenis ini tidak masalah.

Diasumsikan Client ada sebanyak 15 client, dan masing-masing client diberi
jatah bandwidth minimum sebanyak 8kbps, dan maksimum 48kbps. Sedangkan
Bandwidth totalnya sebanyak 192kbps. Untuk upstream tidak diberi rule,
berarti masing-masing client dapat menggunakan bandwidth uptream secara
maksimum. Perhatikan perintah priority, range priority di Mikrotik sebanyak
delapan. Berarti dari 1 sampai 8, priority 1 adalah priority tertinggi,
sedangkan priority 8 merupakan priority terendah.

Berikut Contoh kongirufasinya.
——————————————————————————–
/ queue simple
add name=”trafikshaping” target-addresses=192.168.0.0/27 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=none priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/64000 max-limit=0/192000 total-queue=default disabled=no
add name=”01″ target-addresses=192.168.0.1/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”02″ target-addresses=192.168.0.2/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”03″ target-addresses=192.168.0.3/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”04″ target-addresses=192.168.0.4/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”10″ target-addresses=192.168.0.25/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”05″ target-addresses=192.168.0.5/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”06″ target-addresses=192.168.0.6/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”07″ target-addresses=192.168.0.7/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”08″ target-addresses=192.168.0.8/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”09″ target-addresses=192.168.0.9/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”10″ target-addresses=192.168.0.10/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”11″ target-addresses=192.168.0.11/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”12″ target-addresses=192.168.0.12/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”13″ target-addresses=192.168.0.13/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”14″ target-addresses=192.168.0.14/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no
add name=”15″ target-addresses=192.168.0.15/32 dst-address=0.0.0.0/0 \
interface=all parent=trafikshaping priority=1 queue=default/default \
limit-at=0/8000 max-limit=0/48000 total-queue=default disabled=no

Perintah diatas karena dalam bentuk command line, bisa juga di copy
paste, selanjutnya di paste saja ke consol mikrotiknya. ingat lihat
dulu path atau direktory aktif. Silahkan dipaste saja, kalau posisi
direktorynya di Root.

——————————————————————-
Terminal vt102 detected, using multiline input mode
[admin@mikrotik] >
——————————————————————

Pilihan lain metode bandwidth manajemen ini, kalau seandainya ingin
bandwidth tersebut dibagi sama rata oleh Mikrotik, seperti bandwidth
256kbps downstream dan 256kbps upstream. Sedangkan client yang akan
mengakses sebanyak 10 client, maka otomatis masing-masing client
mendapat jatah bandwidth upstream dan downstream sebanyak 256kbps
dibagi 10. Jadi masing-masing dapat 25,6kbps. Andaikata hanya 2 Client
yang mengakses maka masing-masing dapat 128kbps.

Untuk itu dipakai type PCQ (Per Connection Queue), yang bisa secara
otomatis membagi trafik per client. Tentang jenis queue di mikrotik
ini dapat dibaca pada manualnya di http://www.mikrotik.com/testdocs/
ros/2.9/root/queue.php.

Sebelumnya perlu dibuat aturan di bagian MANGLE. Seperti :

——————————————————————–
/ip firewall mangle add chain=forward src-address=192.168.0.0/27 \
action=mark-connection new-connection-mark=users-con
/ip firewall mangle add connection-mark=users-con action=mark-packet \
new-packet-mark=users chain=forward
———————————————————————-

Karena type PCQ belum ada, maka perlu ditambah, ada 2 type PCQ ini.
Pertama diberi nama pcq-download, yang akan mengatur semua trafik
melalui alamat tujuan/destination address. Trafik ini melewati
interface Local. Sehingga semua traffik download/downstream yang
datang dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis.

Tipe PCQ kedua, dinamakan pcq-upload, untuk mengatur semua trafik upstream
yang berasal dari alamat asal/source address. Trafik ini melewati
interface public. Sehingga semua traffik upload/upstream yang berasal
dari jaringan 192.168.0.0/27 akan dibagi secara otomatis.

Perintah:
————————————————————————-
/queue type add name=pcq-download kind=pcq pcq-classifier=dst-address
/queue type add name=pcq-upload kind=pcq pcq-classifier=src-address
————————————————————————-

Setelah aturan untuk PCQ dan Mangle ditambahkan, sekarang untuk aturan
pembagian trafiknya. Queue yang dipakai adalah Queue Tree, Yaitu:

————————————————————————-
/queue tree add parent=Local queue=pcq-download packet-mark=users
/queue tree add parent=Public queue=pcq-upload packet-mark=users
————————————————————————-

Perintah diatas mengasumsikan, kalau bandwidth yang diterima dari provider
Internet berflukstuasi atau berubah-rubah. Jika kita yakin bahwa bandwidth
yang diterima, misalkan dapat 256kbs downstream, dan 256kbps upstream, maka
ada lagi aturannya, seperti :

Untuk trafik downstreamnya :
————————————————————————
/queue tree add name=Download parent=Local max-limit=256k
/queue tree add parent=Download queue=pcq-download packet-mark=users
————————————————————————-

Dan trafik upstreamnya :
—————————————————————————
/queue tree add name=Upload parent=Public max-limit=256k
/queue tree add parent=Upload queue=pcq-upload packet-mark=users
—————————————————————————

–[8]– Monitor MRTG via Web

Fasilitas ini diperlukan untuk monitoring trafik dalam bentuk grafik, dapat
dilihat dengan menggunakan browser. MRTG (The Multi Router Traffic Grapher)
telah dibuild sedemikian rupa, sehingga memudahkan kita memakainya. Telah
tersedia dipaket dasarnya.

Contoh konfigurasinya

————————————————————————-
/ tool graphing
set store-every=5min
/ tool graphing interface
add interface=all allow-address=0.0.0.0/0 store-on-disk=yes disabled=no
—————————————————————————

Perintah diatas akan menampilkan grafik dari trafik yang melewati interface
jaringan baik berupa Interface Public dan Interface Local, yang dirender
setiap 5 menit sekali. Juga dapat diatur Alamat apa saja yang dapat mengakses
MRTG ini, pada parameter allow-address.

–[9]– Keamanan di Mikrotik

Setelah beberapa Konfigurasi diatas telah disiapkan, tentu tidak lupa kita
perhatikan keamanan dari Mesin gateway Mikrotik ini, ada beberapa fasilitas
yang dipergunakan. Dalam hal ini akan dibahas tentang Firewallnya. Fasilitas
Firewall ini secara pringsip serupa dengan IP TABLES di Gnu/Linux hanya saja
beberapa perintah telah di sederhanakan namun berdaya guna.

Di Mikrotik perintah firewall ini terdapat dalam modus IP, yaitu

[admin@routerku] > /ip firewall

Terdapat beberapa packet filter seperti mangle, nat, dan filter.

————————————————————————-
[admin@routerku] ip firewall> ?

Firewall allows IP packet filtering on per packet basis.

.. — go up to ip
mangle/ — The packet marking management
nat/ — Network Address Translation
connection/ — Active connections
filter/ — Firewall filters
address-list/ –
service-port/ — Service port management
export –
————————————————————————–

Untuk kali ini kita akan lihat konfigurasi pada ip firewall filternya.

Karena Luasnya parameter dari firewall filter ini untuk pembahasan Firewall
Filter selengkapnya dapat dilihat pada manual mikrotik, di
http://www.mikrotik.com/testdocs/ros/2.9/ip/filter.php

Konfigurasi dibawah ini dapat memblokir beberapa Trojan, Virus, Backdoor
yang telah dikenali sebelumnya baik Nomor Port yang dipakai serta Protokolnya.
Juga telah di konfigurasikan untuk menahan Flooding dari Jaringan Publik dan
jaringan Lokal. Serta pemberian rule untuk Access control agar, Rentang
jaringan tertentu saja yang bisa melakukan Remote atau mengakses service
tertentu terhadap Mesin Mikrotik kita.

Contoh Aplikasi Filternya
—————————————————————————–
/ ip firewall filter
add chain=input connection-state=invalid action=drop comment=”Drop Invalid \
connections” disabled=no
add chain=input src-address=!192.168.0.0/27 protocol=tcp src-port=1024-65535 \
dst-port=8080 action=drop comment=”Block to Proxy” disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=12667 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=27665 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=31335 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=27444 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=34555 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=udp dst-port=35555 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=27444 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=27665 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=31335 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=31846 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=34555 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input protocol=tcp dst-port=35555 action=drop comment=”Trinoo” \
disabled=no
add chain=input connection-state=established action=accept comment=”Allow \
Established connections” disabled=no
add chain=input protocol=udp action=accept comment=”Allow UDP” disabled=no
add chain=input protocol=icmp action=accept comment=”Allow ICMP” disabled=no
add chain=input src-address=192.168.0.0/27 action=accept comment=”Allow access \
to router from known network” disabled=no
add chain=input action=drop comment=”Drop anything else” disabled=no
add chain=forward protocol=tcp connection-state=invalid action=drop \
comment=”drop invalid connections” disabled=no
add chain=forward connection-state=established action=accept comment=”allow \
already established connections” disabled=no
add chain=forward connection-state=related action=accept comment=”allow \
related connections” disabled=no
add chain=forward src-address=0.0.0.0/8 action=drop comment=”" disabled=no
add chain=forward dst-address=0.0.0.0/8 action=drop comment=”" disabled=no
add chain=forward src-address=127.0.0.0/8 action=drop comment=”" disabled=no
add chain=forward dst-address=127.0.0.0/8 action=drop comment=”" disabled=no
add chain=forward src-address=224.0.0.0/3 action=drop comment=”" disabled=no
add chain=forward dst-address=224.0.0.0/3 action=drop comment=”" disabled=no
add chain=forward protocol=tcp action=jump jump-target=tcp comment=”" \
disabled=no
add chain=forward protocol=udp action=jump jump-target=udp comment=”" \
disabled=no
add chain=forward protocol=icmp action=jump jump-target=icmp comment=”" \
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=69 action=drop comment=”deny TFTP” \
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=111 action=drop comment=”deny RPC \
portmapper” disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=135 action=drop comment=”deny RPC \
portmapper” disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=137-139 action=drop comment=”deny NBT” \
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=445 action=drop comment=”deny cifs” \
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=2049 action=drop comment=”deny NFS” \
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=12345-12346 action=drop comment=”deny \
NetBus” disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=20034 action=drop comment=”deny NetBus” \
disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=3133 action=drop comment=”deny \
BackOriffice” disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=67-68 action=drop comment=”deny DHCP” \
disabled=no
add chain=udp protocol=udp dst-port=69 action=drop comment=”deny TFTP” \
disabled=no
add chain=udp protocol=udp dst-port=111 action=drop comment=”deny PRC \
portmapper” disabled=no
add chain=udp protocol=udp dst-port=135 action=drop comment=”deny PRC \
portmapper” disabled=no
add chain=udp protocol=udp dst-port=137-139 action=drop comment=”deny NBT” \
disabled=no
add chain=udp protocol=udp dst-port=2049 action=drop comment=”deny NFS” \
disabled=no
add chain=udp protocol=udp dst-port=3133 action=drop comment=”deny \
BackOriffice” disabled=no
add chain=input protocol=tcp psd=21,3s,3,1 action=add-src-to-address-list \
address-list=”port scanners” address-list-timeout=2w comment=”Port \
scanners to list ” disabled=no
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,!syn,!rst,!psh,!ack,!urg \
action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners” \
address-list-timeout=2w comment=”NMAP FIN Stealth scan” disabled=no
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,syn action=add-src-to-address-list \
address-list=”port scanners” address-list-timeout=2w comment=”SYN/FIN \
scan” disabled=no
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=syn,rst action=add-src-to-address-list \
address-list=”port scanners” address-list-timeout=2w comment=”SYN/RST \
scan” disabled=no
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,psh,urg,!syn,!rst,!ack \
action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners” \
address-list-timeout=2w comment=”FIN/PSH/URG scan” disabled=no
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=fin,syn,rst,psh,ack,urg \
action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners” \
address-list-timeout=2w comment=”ALL/ALL scan” disabled=no
add chain=input protocol=tcp tcp-flags=!fin,!syn,!rst,!psh,!ack,!urg \
action=add-src-to-address-list address-list=”port scanners” \
address-list-timeout=2w comment=”NMAP NULL scan” disabled=no
add chain=input src-address-list=”port scanners” action=drop comment=”dropping \
port scanners” disabled=no
add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=0:0 action=accept comment=”drop \
invalid connections” disabled=no
add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=3:0 action=accept comment=”allow \
established connections” disabled=no
add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=3:1 action=accept comment=”allow \
already established connections” disabled=no
add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=4:0 action=accept comment=”allow \
source quench” disabled=no
add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=8:0 action=accept comment=”allow \
echo request” disabled=no
add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=11:0 action=accept comment=”allow \
time exceed” disabled=no
add chain=icmp protocol=icmp icmp-options=12:0 action=accept comment=”allow \
parameter bad” disabled=no
add chain=icmp action=drop comment=”deny all other types” disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=25 action=reject \
reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no
add chain=tcp protocol=udp dst-port=25 action=reject \
reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no
add chain=tcp protocol=tcp dst-port=110 action=reject \
reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no
add chain=tcp protocol=udp dst-port=110 action=reject \
reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no
add chain=tcp protocol=udp dst-port=110 action=reject \
reject-with=icmp-network-unreachable comment=”Smtp” disabled=no
—————————————————————————–

–[10.1]– Service dan Melihat Service yang Aktif dengan PortScanner

Untuk memastikan Service apa saja yang aktif di Mesin mikrotik, perlu kita
pindai terhadap port tertentu, seandainya ada service yang tidak dibutuhkan,
sebaiknya dimatikan saja.

Untuk menonaktifkan dan mengaktifkan servise, perintah adalah :

Kita periksa dahulu service apa saja yang aktif

———————————————————————————-
[admin@routerku] > ip service
[admin@routerku] ip service> print
Flags: X - disabled, I - invalid
# NAME PORT ADDRESS CERTIFICATE
0 X telnet 23 0.0.0.0/0
1 ftp 21 0.0.0.0/0
2 www 80 0.0.0.0/0
3 ssh 22 0.0.0.0/0
4 www-ssl 443 0.0.0.0/0 none
[admin@routerku] ip service>
———————————————————————————-

Misalkan service FTP akan dinonaktifkan, yaitu di daftar diatas terletak pada
nomor 1 (lihat bagian Flags) maka :

———————————————————————————
[admin@routerku] ip service> set 1 disabled=yes
———————————————————————————

Perlu kita periksa lagi,

———————————————————————————
[admin@routerku] ip service> print
Flags: X - disabled, I - invalid
# NAME PORT ADDRESS CERTIFICATE
0 X telnet 23 0.0.0.0/0
1 X ftp 21 0.0.0.0/0
2 www 80 0.0.0.0/0
3 ssh 22 0.0.0.0/0
4 www-ssl 443 0.0.0.0/0 none
[admin@router.dprd.provinsi] ip service>
———————————————————————————

Sekarang service FTP telah dinonaktifkan.

Dengan memakai tool nmap kita dapat mencek port apa saja yang aktif pada mesin
gateway yang telah dikonfigurasikan.

Perintah : nmap -vv -sS -sV -P0 192.168.0.30

Hasil :

————————————————————————————-
Starting Nmap 4.20 ( http://insecure.org ) at 2007-04-04 19:55 SE Asia Standard Time
Initiating ARP Ping Scan at 19:55
Scanning 192.168.0.30 [1 port]
Completed ARP Ping Scan at 19:55, 0.31s elapsed (1 total hosts)
Initiating Parallel DNS resolution of 1 host. at 19:55
Completed Parallel DNS resolution of 1 host. at 19:55, 0.05s elapsed
Initiating SYN Stealth Scan at 19:55
Scanning 192.168.0.30 [1697 ports]
Discovered open port 22/tcp on 192.168.0.30
Discovered open port 53/tcp on 192.168.0.30
Discovered open port 80/tcp on 192.168.0.30
Discovered open port 21/tcp on 192.168.0.30
Discovered open port 3986/tcp on 192.168.0.30
Discovered open port 2000/tcp on 192.168.0.30
Discovered open port 8080/tcp on 192.168.0.30
Discovered open port 3128/tcp on 192.168.0.30
Completed SYN Stealth Scan at 19:55, 7.42s elapsed (1697 total ports)
Initiating Service scan at 19:55
Scanning 8 services on 192.168.0.30
Completed Service scan at 19:57, 113.80s elapsed (8 services on 1 host)
Host 192.168.0.30 appears to be up … good.
Interesting ports on 192.168.0.30:
Not shown: 1689 closed ports
PORT STATE SERVICE VERSION
21/tcp open ftp MikroTik router ftpd 2.9.27
22/tcp open ssh OpenSSH 2.3.0 mikrotik 2.9.27 (protocol 1.99)
53/tcp open domain?
80/tcp open http MikroTik router http config
2000/tcp open callbook?
3128/tcp open http-proxy Squid webproxy 2.5.STABLE11
3986/tcp open mapper-ws_ethd?
8080/tcp open http-proxy Squid webproxy 2.5.STABLE11
2 services unrecognized despite returning data. If you know the service/version,
please submit the following fingerprints at
http://www.insecure.org/cgi-bin/servicefp-submit.cgi :

==============NEXT SERVICE FINGERPRINT (SUBMIT INDIVIDUALLY)==============
SF-Port53-TCP:V=4.20%I=7%D=4/4%Time=4613A03C%P=i686-pc-windows-windows%r(D
SF:NSVersionBindReq,E,”\0\x0c\0\x06\x81\x84\0\0\0\0\0\0\0\0″)%r(DNSStatusR
SF:equest,E,”\0\x0c\0\0\x90\x84\0\0\0\0\0\0\0\0″);
==============NEXT SERVICE FINGERPRINT (SUBMIT INDIVIDUALLY)==============
SF-Port2000-TCP:V=4.20%I=7%D=4/4%Time=4613A037%P=i686-pc-windows-windows%r
SF:(NULL,4,”\x01\0\0\0″)%r(GenericLines,4,”\x01\0\0\0″)%r(GetRequest,18,”\
SF:x01\0\0\0\x02\0\0\0d\?\xe4{\x9d\x02\x1a\xcc\x8b\xd1V\xb2F\xff9\xb0″)%r(
SF:HTTPOptions,18,”\x01\0\0\0\x02\0\0\0d\?\xe4{\x9d\x02\x1a\xcc\x8b\xd1V\x
SF:b2F\xff9\xb0″)%r(RTSPRequest,18,”\x01\0\0\0\x02\0\0\0d\?\xe4{\x9d\x02\x
SF:1a\xcc\x8b\xd1V\xb2F\xff9\xb0″)%r(RPCCheck,18,”\x01\0\0\0\x02\0\0\0d\?\
SF:xe4{\x9d\x02\x1a\xcc\x8b\xd1V\xb2F\xff9\xb0″)%r(DNSVersionBindReq,18,”\
SF:x01\0\0\0\x02\0\0\0d\?\xe4{\x9d\x02\x1a\xcc\x8b\xd1V\xb2F\xff9\xb0″)%r(
SF:DNSStatusRequest,4,”\x01\0\0\0″)%r(Help,4,”\x01\0\0\0″)%r(X11Probe,4,”\
SF:x01\0\0\0″)%r(FourOhFourRequest,18,”\x01\0\0\0\x02\0\0\0\xb9\x15&\xf1A\
SF:]\+\x11\n\xf6\x9b\xa0,\xb0\xe1\xa5″)%r(LPDString,4,”\x01\0\0\0″)%r(LDAP
SF:BindReq,4,”\x01\0\0\0″)%r(LANDesk-RC,18,”\x01\0\0\0\x02\0\0\0\xb9\x15&\
SF:xf1A\]\+\x11\n\xf6\x9b\xa0,\xb0\xe1\xa5″)%r(TerminalServer,4,”\x01\0\0\
SF:0″)%r(NCP,18,”\x01\0\0\0\x02\0\0\0\xb9\x15&\xf1A\]\+\x11\n\xf6\x9b\xa0,
SF:\xb0\xe1\xa5″)%r(NotesRPC,18,”\x01\0\0\0\x02\0\0\0\xb9\x15&\xf1A\]\+\x1
SF:1\n\xf6\x9b\xa0,\xb0\xe1\xa5″)%r(NessusTPv10,4,”\x01\0\0\0″);
MAC Address: 00:90:4C:91:77:02 (Epigram)
Service Info: Host: routerku; Device: router

Service detection performed. Please report any incorrect results at
http://insecure.org/nmap/submit/ .

Nmap finished: 1 IP address (1 host up) scanned in 123.031 seconds
Raw packets sent: 1706 (75.062KB) | Rcvd: 1722 (79.450KB)

—————————————————————————

Dari hasil scanning tersebut dapat kita ambil kesimpulan, bahwa service dan
port yang aktif adalah FTP dalam versi MikroTik router ftpd 2.9.27. Untuk
SSH dengan versi OpenSSH 2.3.0 mikrotik 2.9.27 (protocol 1.99). Serta Web
proxy memakai Squid dalam versi Squid webproxy 2.5.STABLE11.

Tentu saja pihak vendor mikrotik telah melakukan patch terhadap Hole atau
Vulnerabilities dari Versi Protocol diatas.

–[10.2]– Tool administrasi Jaringan

Secara praktis terdapat beberapa tool yang dapat dimanfaatkan dalam mela
kukan troubleshooting jaringan, seperti tool ping, traceroute, SSH, dll.
Beberapa tool yang sering digunakan nantinya dalam administrasi sehari-hari
adalah :

o Telnet
o SSH
o Traceroute
o Sniffer

a. Telnet
Perintah remote mesin ini hampir sama penggunaan dengan telnet yang ada
di Linux atau Windows.

[admin@routerku] > system telnet ?

Perintah diatas untuk melihat sekilias paramater apa saja yang ada. Misalnya
mesin remote dengan ip address 192.168.0.21 dan port 23. Maka

[admin@routerku] > system telnet 192.168.0.21

Penggunaan telnet sebaiknya dibatasi untuk kondisi tertentu dengan alasan
keamanan, seperti kita ketahui, packet data yang dikirim melalui telnet
belum di enskripsi. Agar lebih amannya kita pergunakan SSH.

b. SSH
Sama dengan telnet perintah ini juga diperlukan dalam remote mesin, serta
pringsipnya sama juga parameternya dengan perintah di Linux dan Windows.

[admin@routerku] > system ssh 192.168.0.21

Parameter SSH diatas, sedikit perbedaan dengan telnet. Jika lihat helpnya
memiliki parameter tambahan yaitu user.

——————————————————————————
[admin@routerku] > system ssh ?
The SSH feature can be used with various SSH Telnet clients to securely connect
to and administrate the router


user — User name
port — Port number

[admin@routerku] >
——————————————————————————

Misalkan kita akan melakukan remote pada suatu mesin dengan sistem
operasinya Linux, yang memiliki Account, username Root dan Password
123456 pada Address 66.213.7.30. Maka perintahnya,

—————————————————————————–
[admin@routerku] > system ssh 66.213.7.30 user=root
root@66.213.7.30’s password:
—————————————————————————-

c. Traceroute

Mengetahui hops atau router apa saja yang dilewati suatu packet sampai packet
itu terkirim ke tujuan, lazimnya kita menggunakan traceroute. Dengan tool ini
dapat di analisa kemana saja route dari jalannya packet.

Misalkan ingin mengetahui jalannya packet yang menuju server yahoo, maka:

—————————————————————————-
[admin@routerku] > tool traceroute yahoo.com ADDRESS STATUS
1 63.219.6.nnn 00:00:00 00:00:00 00:00:00
2 222.124.4.nnn 00:00:00 00:00:00 00:00:00
3 192.168.34.41 00:00:00 00:00:00 00:00:00
4 61.94.1.253 00:00:00 00:00:00 00:00:00
5 203.208.143.173 00:00:00 00:00:00 00:00:00
6 203.208.182.5 00:00:00 00:00:00 00:00:00
7 203.208.182.114 00:00:00 00:00:00 00:00:00
8 203.208.168.118 00:00:00 00:00:00 00:00:00
9 203.208.168.134 timeout 00:00:00 00:00:00
10 216.115.101.34 00:00:00 timeout timeout
11 216.115.101.129 timeout timeout 00:00:00
12 216.115.108.1 timeout timeout 00:00:00
13 216.109.120.249 00:00:00 00:00:00 00:00:00
14 216.109.112.135 00:00:00 timeout timeout
——————————————————————————

d. Sniffer

Kita dapat menangkap dan menyadap packet-packet yang berjalan
di jaringan kita, tool ini telah disediakan oleh Mikrotik yang berguna
dalam menganalisa trafik.

—————————————————————————-
[admin@routerku] > tool sniffer
Packet sniffering

.. — go up to tool
start — Start/reset sniffering
stop — Stop sniffering
save — Save currently sniffed packets
packet/ — Sniffed packets management
protocol/ — Protocol management
host/ — Host management
connection/ — Connection management
print –
get — get value of property
set –
edit — edit value of property
export –
—————————————————————————-

Untuk memulai proses sniffing dapat menggunakan perintah Start, sedangkan
menghentikannya dapat menggunaka perintah Stop.

[admin@routerku] > tool sniffer






Read More »